Tuhan, dengar doa kami

sajak dedy hermansyah

Tuhan, jadikan dua mata kami serupa
Lampu senter yang bercahaya di malam gelap
Sebab hitam terlalu mencurigakan bagi seribu
Mata pedang iblis yang datang menyayatnyayat jantung

Tuhan, bangunlah rumah sakit gratis atas namamu
Dengan malaikatmalaikat ramah dan santun sebagai dokternya
Agar kami bisa berobat tanpa biaya
Dari flu burung, busung lapar, demamberdarahdengue, dan
Penyakit kelas rendah lainnya, yang senantiasa mengintai kami

Tuhan, turunkan kembali nabinabimu
Yang pernah membuat banyak prestasi
Dengan menghancurkan berhalaberhala, menentang firaun
Mengharamkan perbudakan, mengajarkan kebenaran dan lainlain
Untuk membela kami di pengadilan dan melindungi kami
Di jalanjalan

Tuhan, buatkan kami rumah sederhana saja
Tanpa pagar agar kami bisa terus saling menyapa
Tanpa kamera pengintai agar kami lepas dari rasa curiga
Dengan sedikit remang lampu agar kami bisa tertidur

Tuhan, berikan nomor teleponmu
Yang bebas pulsa tentunya, agar kami
Bisa setiap hari meneleponmu
Atau jadilah kau psikolog bagi kami
Untuk mencari obat bagi batin kami yang setiap hari
Harus menangis, sebab hidup yang selalu
Memberi cuaca buruk bagi kami

Tuhan, kamiharap pemilu nanti
Kau sudi mencalonkan diri menjadi presiden
Dengan visi dan misi menjadikan dunia lebih beradab
Dan hidup yang lebih adil bagi kami
Karena kami tahu, kau bukanlah pembohong
Seperti merekamereka itu

Tuhan, jika doa kami terlalu banyak
Kau boleh memilih salahsatunya saja
Agar mudahamudahan beban kami sedikit terobati
Amien….

makassar, 19/09/05

~ oleh aanmansyur di/pada Oktober 12, 2007.

Satu Tanggapan to “Tuhan, dengar doa kami”

  1. bagus puisinya, salut deh buat dedy.Tapi kamu lupa minta satu hal, Tuhan buatlah mahasiswa lama sepertiku untuk cepat selesai…..hehehehehehehhhe. semangat ded!

Tinggalkan Balasan