aku membacamu
–multatuli
kau bersaksi pada zaman yang beringas dan buas
bahwa tugas manusia adalah menjadi manusia
lalu kau abadikan segala jejak
segala tapak yang berontak
sebab kasut yang tercerabut
tanpa terganti meski hanya sabut
kau jadikan ia kitab persaksian
tentang hidup yang redup akan nurani
tentang hati yang papa akan cinta
tentang kuasa yang luber akan durjana
lalu kau pergi
sisakan sekelumit sakit yang belum juga usai
namun sebuah mantra diamdiam telah kau tebar
ke segenap tubuh kami
pada kitab yang menjelma layar tancap
merekam wajahwajah muram
yang dipaksa bungkam dan diam
kau ajarkan tentang kehakikian
hidup manusia yang tak kekal
kau wejangkan tentang kesejatian
perjalanan manusia yang kadang bebal
sebab, kau paham benar
segala yang binar akan hilang pendar
segala yang hadir akan pergi menyingkir
segala yang datang akan pamit pulang
multatuli, aku membacamu
dan aku jadi paham: kita belumlah sempurna
menjadi manusia
purnama, 13/03/06

Tinggalkan Balasan